WELL COME TO MY BLOG Muhammad_Iqbalblog: DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF BERSEPEDA BAGI PRIA DAN WANITA

Jumat, 11 April 2014

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF BERSEPEDA BAGI PRIA DAN WANITA

      12 April 2014

      Akhir-akhir ini Sepeda merupakan alat tansportasi ataupun olahraga trenn atau yang lagi marak2nya di gunakan dikalangan masyarakat baik itu pria maupun wanita. Namun selain mempunyai dampak positif yang sangat besar, tapi mereka juga tidak menyadari bahwa olahraga bersepeda itu juga mempunyai dampak negatif yang sangat fatal, khususnya bagi kaum wanita/perempuan. Nah disini saya akan menjelaskan dampak positif dan negatif bersepeda. 
       
       Yang pertama adalah ,


Dampak Positif Bersepeda

Bersepeda adalah kegiatan rekreasi yang menyenangkan dan merupakan sarana transportasi yang murah meriah juga ramah lingkungan. Banyak orang yang memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi untuk pergi ke kantor, sekolah, pasar dan sebagainya. Selain tidak memerlukan bahan bakar bersepeda juga sangat baik untuk kesehatan tubuh.  Di denmark telah di lakukan penelitian manfaat bersepeda, dan hasilnya bersepeda mampu mengurangi 40 % resiko kematian, Baik wanita maupun laki laki (Archives of Internal Medicine, 2000).
Dari laporan yang terdapat di American Journal of Public Health tahun 1986 dengan bersepeda kita bisa memiliki umur yang lebih panjang ketimbang orang orang yang tidak berolahraga bersepeda. Namun apa sih sebenarnya manfaat bersepeda ini hingga mampu membuat umur kita panjang berikut ini manfaatnya:
a. Mengencangkan otot dan meningkatkan daya tahan tubuh
Bersepeda tidak hanya melibatkan bagian kaki saja. Bersepeda adalah latihan fisik yang hampir melibatkan setiap bagian tubuh. Selain memperkuat otot-otot bagian kaki dan paha, bersepeda secara rutin juga akan mengencangkan otot-otot bagian belakang, pinggul, dan lengan. Selain itu bersepeda juga meningkatkan daya tahan tubuh. Bersepeda secara rutin membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini akan membuat anda selalu bugar dan berenergi setiap harinya.
b. Menjaga kesehatan jantung dan mengontrol diabetes
Selama bersepeda, jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Bersepeda secara rutin dapat menjaga kesehatan jantung. Beberapa penelitian yang melibatkan pria paruh baya menunjukkan adanya efek positif dari bersepeda terhadap fungsi kardiovaskular. Diabetes meningkatkan risiko berbagai penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, kulit, mata, penyakit ginjal, dan beberapa penyakit lainnya. Diabetes dapat dikontrol oleh aktivitas fisik yang salah satunya meliputi bersepeda.
c. Mengurangi stress dan membantu menurunkan berat badan
Bersepeda adalah kegiatan atau olahraga yang menyenangkan. Jika anda sedang stres, maka bersepedalah. Para ahli mengatakan bahwa hampir semua jenis olahraga termasuk bersepeda, dapat membantu mengurangi stres. Menghabiskan waktu di pagi atau sore hari untuk bersepeda sambil melihat-lihat indahnya pemandangan sekitar dinilai cukup efektif untuk mengurangi stres dan depresi. Bersepeda merupakan olahraga yang baik untuk membakar kalori. Bersepeda dengan kecepatan sekitar 16 km/jam dapat membakar 260 kalori per jamnya. Hal ini menunjukkan bahwa bersepeda memang efektif dalam membantu menurunkan berat badan terutama bagi wanita yang ingin menurunkan berat badannya olahraga ini sangat cocok tetapi ada dampak negatifnya yang nanti di jelaskan di dampak negative bersepeda.
d. Menurunkan risiko kanker dan mengatasi arthritis
Risiko penyakit seperti kanker bisa dikurangi secara signifikan dengan melakukan aktivitas fisik rutin seperti bersepeda atau berjalan kaki. Berbagai studi yang melibatkan orang-orang paruh baya menunjukkan bahwa mereka yang melakukan aktivitas fisik secara rutin diketahui memiliki risiko kanker yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang beraktivitas fisik. Bersepeda telah dicatat oleh para ahli sebagai salah satu olahraga terbaik yang dapat mencegah dan meredakan artritis, suatu bentuk peradangan pada persendian yang biasanya disertai dengan rasa sakit, kekakuan, kebengkakan, dan keterbatasan gerak. Bersepeda baik di luar maupun di dalam ruangan sama-sama bermanfaat dalam mengatasi artritis.
       Dan yang terakhir adalah ,

Dampak Negatif Bersepeda

     Bersepeda menjadi olahraga favorit bagi sebagian orang. Bahkan kini beberapa karyawan terlihat menjadikan sepeda sebagai alat transportasi menuju kantor. Tapi sebaiknya jangan asal menggunakan sepeda sebagai alat transportasi Anda, khususnya bagi para wanita.
Menurut penelitian para ahli di Yale University, wanita yang bersepeda dengan posisi handlebar (setang) rendah memiliki risiko tinggi untuk masalah kesehatan seksual. Naik sepeda dengan posisi setang rendah, seperti pada sepeda gunung, akan menciptakan tekanan besar pada daerah organ kelamin. Kondisi ini menyebabkan mati rasa yang mengarah pada disfungsi seksual.
Penelitian dilakukan dengan melibatkan 48 responden wanita dengan frekuensi tinggi mengayuh sepeda, setidaknya 16 mil (sekitar 25,5 km) seminggu. Mengamati gaya bersepeda tersebut pada puluhan wanita, para peneliti mencatat, mayoritas wanita menyandarkan berat badan mereka ke depan dengan penyangga di tangan. Posisi punggung mereka cenderung membentuk sudut 30 – 45 derajat ke arah depan untuk mendapatkan posisi yang lebih aerodinamis. Semakin rendah posisi setang, semakin besar risiko gangguan seksual.
Analisis lebih lanjut menunjukkan, sebagian besar wanita mengalami masalah mati rasa di daerah sekitar pinggul. Gerakan mengayuh saat bersepeda dapat mengakibatkan gesekan pada kemaluan yang dapat mengakibatkan penurunan sensitivitas. Dengan begitu, Anda perlu mengurangi efek negatif tersebut dengan menggunakan sadel yang lembut.
Kaum wanita juga sebaiknya menghindari olahraga bersepeda ekstrim seperti downhill atau free-riding, karena hentakan dan guncangan yang terjadi selama melakukan hal ekstrim tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kemaluan serta rahim. Anda juga dapat menggunakan korset untuk mencegah guncangan saat bersepeda. Karena meskipun Anda bersepeda di jalanan yang rata, mungkin saja di suatu tempat tertentu terdapat jalan yang jelek atau Anda harus memotong jalan melewati jalanan yang tidak rata untuk menghindari macet serta polusi.
Efek negatif bersepeda pun tidak hanya mengancam kaum wanita, namun kaum pria pun bisa mengalaminya. Penelitian lainnya yang dipresentasikan pada konferensi Reproduction and Embryology European Society menunjukkan efek yang merugikan dari bersepeda pada seksualitas laki-laki. Pria yang terlalu sering mengendarai sepeda, setidaknya sekitar 290 kilometer per minggu, cenderung memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang lebih buruk dari sekelompok pria sehat yang jarang bersepeda. Untuk menghindari hal tersebut, usahakan tidak bersepeda selama lebih dari 5 jam dalam satu minggu.
Penurunan kualitas dan kuantitas sperma yang diyakini terkait dengan kompresi yang disebabkan oleh gesekan antara testis dan sadel sepeda. Bisa juga karena lokalisasi panas yang dihasilkan oleh gesekan saat mengayuh dan celana yang cenderung ketat.
Selain itu, kaum pria juga berpotensi mengalami kesemutan pada kemaluan akibat adanya iritasi pada kulit kemaluan yang disebabkan oleh terlalu lamanya penggunaan sadel. Selain itu, saat mengayuh juga akan menimbulkan gerakan-gerakan yang mengakibatkan suhu panas di sekitar kemaluan yang akan membuat kulit kemaluan mudah lecet.
   Selain itu juga dampak negatif bersepeda Yaitu ,
  • Berdasarkan penelitian, olahraga bersepeda dapat menurunkan kualitas sperma pada pria. Untuk menghindari hal tersebut, usahakan tidak bersepeda selama lebih dari 5 jam dalam satu minggu.
  • Olahraga bersepeda juga memaksa persendian untuk bekerja lebih keras. Maka dari itu, olahraga ini tidak disarankan bagi Anda yang menderita penyakit rematik atau memiliki masalah pada persendian.
  • Bersepeda beresiko mengakibatkan masalah maupun cedera pada tulang punggung, terutama bagi Anda yang hobi bersepeda gunung. Hal tersebut diakibatkan oleh jalur ekstrim yang biasanya ditempuh oleh pengendara sepeda gunung disertai dengan kecepatan yang tinggi seperti melakukan downhill.
  • Olahraga ini juga berpotensi untuk mengakibatkan masalah pada lutut. Hal tersebut diakibatkan oleh gerakan mengayuh yang dilakukan berulang-ulang, terutama bila terjadi peningkatan intensitas. Selain itu, posisi sadel yang kurang tepat juga akan berpengaruh terhadap kondisi lutut serta kenyamanan Anda saat mengayuh.
  • Kaum pria berpotensi mengalami kesemutan pada kemaluan akibat adanya iritasi pada kulit kemaluan yang disebabkan oleh terlalu lamanya penggunaan sadel. Selain itu, saat mengayuh juga akan menimbulkan gerakan-gerakan yang mengakibatkan suhu panas di sekitar kemaluan yang akan membuat kulit kemaluan mudah lecet.
  • Efek negatif bersepeda pun tidak hanya mengancam kaum pria, namun kaum wanita pun bisa mengalaminya. Gerakan mengayuh saat bersepeda dapat mengakibatkan gesekan pada kemaluan mereka yang dapat mengakibatkan penurunan sensitivitas. Dengan begitu, Anda perlu mengurangi efek negatif tersebut dengan menggunakan sadel yang lembut.
  • Kaum wanita juga sebaiknya menghindari olahraga bersepeda ekstrim seperti downhill atau free-riding, karena hentakan dan guncangan yang terjadi selama melakukan hal ekstrim tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kemaluan serta rahim. Anda juga dapat menggunakan korset untuk mencegah guncangan saat bersepeda. Karena meskipun Anda bersepeda di jalanan yang rata, mungkin saja di suatu tempat tertentu terdapat jalan yang jelek atau Anda harus memotong jalan melewati jalanan yang tidak rata untuk menghindari macet serta polus 
 

Itulah dampak Positif dan Negatif dari olahraga bersepeda .
Semoga Bermanfaat....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar